cerita inspirasi

Giovanni Dwi Atmaja - F34100127 – Laskar 9

cerita diri sendiri

Saya adalah seorang yang mempunyai hobi fotografi. Saya mulai menyukai fotografi saat kelas 1 SMA, saat saya mendaftarkan diri untuk ikut ekstra kulikuler fotografi. Pada awalnya saya tidak ada ketertarikan sama sekali pada seni fotografi, pada saat itu saya mendaftar ekstra kulikuler tersebut karena disarankan oleh orang tua. Pada saat hari pertama ekskul situasi nya sangat berbeda, jumlah anggota nya sangat sedikit, senior saya berkata itu adalah hal biasa karena kebanyakan orang berpikir kalau ikut ekskul fotografi maka harus membeli alat-alat fotografi yang tidak murah. Saat itu saya diperlihatkan foto-foto yang sangat mengesankan, ternyata kita dapat melukis dengan cahaya. Pada saat itu lah saya mulai menyukai seni fotografi.

Pada tahun kedua saya di SMA, saya dipercaya untuk menjadi koordinator untuk membuat sebuah pameran fotografi pada acara tahunan sekolah. Pada saat itu adalah saat yang tidak mudah, jumlah anggota yang sangat sedikit membuat pekerjaan menjadi lebih berat dan saat itu sebagian besar anggota lebih memilih ikut menjadi panitia di bidang lain. Anggota yang tersisa hanya 3 orang termasuk saya, dan kami harus melakukan semua dari 0. Saya hampit menyerah saat itu, karena sebagai seorang pelajar saya juga harus memikirkan tugas-tugas sekolah. Tapi saya tidak ingin menyerah, saya ingin menunjukkan bahwa ekskul kami bukan ekskul biasa, saya ingin menunjukkan bahwa dengan jumlah anggota yang sedikit kami dapat membuat sesuatu yang besar. Kami mendapat bantuan dari teman-teman lain yang mau membantu dengan suka rela. Akhirnya pameran tersebut berhasil kami buat dan sukses. Banyak orang yang melihat pameran itu dan mulai tertarik pada seni fotografi. Bahkan mereka tidak ragu untuk membeli alat-alat fotografi karena walaupun mahal tapi dengan belajar maka hasil nya akan sepadan. Mulai dari saat itu ekskul fotografi di sekolah saya mulai dipandang.

Tahun terakhir saya di SMA, jumlah pendaftar ekskul fotografi meningkat. Saya diangkat sebagai ketua klub fotografi sekolah, kami banyak memenangkan banyak lomba fotografi. Kami membuat pameran yang lebih besar, workshop, dan klub kami mendapat pengakuan dari brand fotografi yang sangat ternama.

cerita orang lain

Vincent Chritoffer atau biasa dipanggil vincent adalah seorang teman saya sewaktu SMA. Vincent adalah seorang anak yang rajin belajar dan seorang pekerja keras. Setiap hari ia menjual nasi bungkus di sekolah untuk mendapat tambahan uang. Tetapi walaupun dia memerlukan uang, dia tidak pernah segan untuk membantu orang lain,  misalnya pada saat ada seorang ada anak yang lapar dan lupa membawa dompet sehingga tidak bisa jajan, ia memberikan nasi bungkus dagangannya kepada anak itu tanpa pamrih.

Pada suatu hari seperti biasa ia membawa sekantong besar nasi bungkus untuk dijual disekolah. Tetapi pagi itu ada yang berbeda, tiba-tiba ada pengumuman dari sekolah bahwa ada suatu hal yang terjadi yang tidak dapat terhindarkan yang membuat sekolah harus dipulangkan lebih cepat. Karena saat itu pulang sekolah pagi, maka tidak ada yang membeli nasi bungkus dari vincent. Tapi vincent tidak mau mengecewakan orang tua nya karena pulang dengan tangan hampa, maka saat pulang sekolah ia berjalan berkeliling lingkungan sekotar sekolah untuk menjual nasi bungkus tersebut. Pada akhirnya memang nasi bungkus dagangannya tidak habis terjual, tetapi setidaknya sebagian besar sudah terjual.

Vincent tidak pernah malu karena harus menjual nasi bungkus di sekolah, ia selalu ingat akan tujuan ia berjualan adalah untuk kebaikannya sendiri. Walaupun begitu ia tidak pernah melalaikan tugas dari sekolah, dan prestasinya dikelas cukup baik. Ia juga seorang yang ramah dan tidak pelit ilmu, ia selalu mengajarkan teman-teman nya bila ada yang tidak mengerti suatu pelajaran. Pergaulan nya pun luas, ia punya banyak teman karena kepribadian nya yang baik. Ia juga dikenal oleh guru-guru, selain karena prestasi nya juga karena ia seorang murid yang aktif dikelas. Ia dapat membagi waktu nya dengan baik sehingga ia mendapatkan apa yang ia butuhkan sekaligus melakukan tanggung jawab nya sebagai pelajar. Dan kenyataannya ia lulus SMA dengan nilai yang baik dan sekarang ia berkuliah di salah satu universitas negri terbaik di Indonesia.

Posted in Uncategorized | 1 Comment